Kisah se-ekor kelinci…

kelinci_harimau.gif Seekor kelinci sedang duduk santai di tepi pantai, Tiba tiba
datang se-ekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya, Lalu
kelinci itu berkata: “Kalau memang kamu berani, hayo kita
berkelahi di dalam lubang kelinci, Yang kalah akan jadi santapan
yang menang, dan saya yakin saya akan menang.”

Sang Rubah jantan merasa tertantang, “dimanapun jadi, Masa sih
kelinci bisa menang melawan aku?” Merekapun masuk ke dalam sarang
kelinci, Sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil
menggenggam Setangkai paha rubah dan melahapnya
dengan nikmat.

Sang Kelinci kembali bersantai, Sambil memakai kaca mata hitam dan
topi pantai Tiba tiba datang se-ekor serigala besar yang hendak
memangsanya, Lalu kelinci berkata : “Kalau memang kamu berani,
hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, Yang kalah akan jadi
santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang. “Sang
serigala merasa tertantang, dimanapun
jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku?”

Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci, Lima belas menit kemudian
sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha serigala dan
melahapnya dengan nikmat.

Sang kelinci kembali bersantai, Sambil memasang payung pantai dan
merebahkan diri diatas pasir, Tiba tiba datang seekor beruang
besar yang hendak memangsanya, Lalu kelinci berkata: “Kalau memang
kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci, Yang
kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan
menang. “Sang Beruang merasa tertantang, “dimanapun jadi, Masa
sih kelinci bisa menang melawan aku?” Merekapun masuk ke dalam
sarang kelinci, Tiga puluh menit kemudian sang kelinci keluar
sambil menggenggam Setangkai paha Beruang dan melahapnya dengan
nikmat.

Pohon kelapa melambai lambai, Lembayung senja sudah tiba, habis
sudah waktu bersantai, Sang Kelinci melongok kedalam lubang
kelinci, sambil melambai “Hai, keluar, sudah sore, besok kita
teruskan!!”

Keluarlah se-ekor harimau dari lubang itu, sangat besar badannya.
Sambil menguap Harimau berkata ” Kerjasama kita sukses hari ini,
kita makan kenyang Dan saya tidak perlu berlari mengejar kencang.”

Nb:

The Winner selalu berfikir mengenai kerja sama, sementara
The Looser selalu berfikir bagaimana menjadi tokoh yang paling
berjaya.

Untuk membentuk ikatan persahabatan dan persaudaraan harus ada
kerendahan hati dan keikhlasan bekerja sama:
(MESKIPUN) DENGAN SESEORANG YANG KELIHATANNYA TIDAK LEBIH BAIK DARI KITA

Tidur Seranjang Dengan Suami Orang !?!

Teman saya ini (katakanlah namanya Dinda, 27 tahun) bekerja pada suatu perusahaan konsultan yang tidak terlalu besar sebagai asisten dari salah seorang partner pada perusahaan konsultan tersebut (kita sebut saja namanya Andy).

Dinda sangat mengagumi profil dan karakter Andy. Sebut saja semua hal yang baik, maka Andy memilikinya. Otak yang cemerlang, sikap yang profesional dan gentleman, penampilan yang selalu rapi dan nice looking serta usia baru 36 tahun (waktu itu).

Singkat cerita Dinda mulai “naksir” Andy.

Ternyata Dinda membiarkan perasaannya kepada Andy tumbuh tanpa halangan.
Semakin hari ia semakin jatuh hati kepada Andy.
Andy bukannya tidak tahu akan hal itu tetapi sikapnya yang profesional di kantor yang tidak membiarkan hal-hal pribadi mencampuri urusan kantor membuat Dinda semakin mengagumi pribadi Andy.

Suatu hari urusan kantor membuat mereka berdua harus pergi ke beberapa kota di Jawa Tengah. DL (dinas kota ) nich ceritanya.

Untuk memudahkan mobilisasi, mereka naik pesawat ke Semarang dan menyewa mobil untuk melakukan perjalanan darat di sekitar Semarang, Magelang,
Yogya dan Solo dalam rangka melakukan suatu survei khusus untuk kepentingan klien.

Entah bagaimana ceritanya mereka kemalaman dan menginap di sebuah hotel kecil.

Sebenarnya Andy ingin memesan 2 kamar tetapi karena hanya tersisa 1 kamar ia meminta pendapat Dinda. Karena memang sudah sangat lelah Dinda setuju untuk sekamar dengan Andy (sebenarnya Dinda agak “sedikit senang” dengan kondisi darurat tersebut).

Karena tidak ber-ac, maka Andy membuka jendela kamar.

Masalah lainnya kamar tersbut hanya memiliki 1 ranjang berukuran tanggung dan tidak memiliki kursi panjang. Tidak mungkin bagi Dinda untuk meminta Andy tidur di lantai. Jadilah akhirnya mereka tidur seranjang setelah Andy berjanji bahwa ia tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak.

Sebenarnya Dinda tidak bisa tidur karena seranjang dengan Andy.
Sebagai seorang wanita jantungnya berdebar sangat kencang karena tidur serajang dengan pria sopan yang sangat dikaguminya.

Kaki mereka beberapa kali saling bersentuhan karena ranjangnya memang pas-pasan.

Setelah setengah jam, angin malam yang masuk lewat jendela membuat Dinda merasa kedinginan sehingga ia memberanikan diri bertanya kepada Andy:

“Mas Andy, aku kedinginan nih. Boleh nggak minta tolong jendelanya ditutup saja?” Andy tidak langsung menjawab dan Dinda berpikir Andy sudah tertidur sehingga ia berkata lagi: “Mas Andy…”

Kali ini Andy langsung menjawab: “Dinda, kamu kedinginan ya? MAUKAH KAMU
MALAM INI KAMU BERTINDAK SEPERTI ISTERI SAYA?”

Jantung Dinda serasa berhenti berdetak. Pikirannya langsung guncang mendengar pertanyaan Andy. Dengan hati-hati ia bertanya: “Maksud mas Andy?”
“Maksud saya…., jendelanya kamu tutup sendiri ya ?!”
HEE..HEE..HEE. .. SERIUS AMAT BACANYA…

SURAT DARI SYAITHON UNTUK MU…

devil2.jpgAku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktifitas harianmu.

Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu Bahkan kemudian, kau juga
tidak mengucapkan “Bismillah” sebelum memulai santapanmu, juga tidak
sempat mengerjakan shalat Isya sebelum berangkat ketempat tidurmu. Kau
benar2 orang yang bersyukur, Aku menyukainya. Aku tak dapat mengungkapkan
betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu. Hai Bodoh, Kamu
millikku.

Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama, dan aku masih belum
bisa benar2 mencintaimu. Malah aku masih membencimu, karena aku benci
Allah. Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah. Dia
sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu
sepanjang masa untuk membalaskannya.

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana
untukmu dihari depan. Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku, dan aku
akan membuat kehidupanmu seperti neraka. Sehingga kita bisa bersama dua
kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH.

Aku benar-benar berterima kasih padamu, karena aku sudah menunjukkan
kepadaNYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita
jalani.

Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong,
munafik, makan sekenyang-kenyangya, guyon2an jorok, bergosip, manghakimi
orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua, tidak
menghargai Masjid, berperilaku buruk.

TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja. Ayolah, Hai Bodoh,
kita terbakar bersama, selamanya. Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk
kita. Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.

Aku ingin mengucapkan ‘TERIMAKASIH’ karena sudah mengizinkanku
memanfaatkan hampir semua masa hidupmu. Kamu memang sangat mudah dibodohi,
aku menertawakanmu. Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.
Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu. Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan
sekarang aku perlu darah muda.

Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana
berbuat dosa. Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan,
berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin. Lakukan semua
ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya. Begitulah anak-anak .

Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang. Aku akan kembali
beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi. Jika kau cukup cerdas, kau
akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu. Dan hidup untuk Allah
dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit. Memperingati orang bukan
tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya
memang agak aneh. Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu. Hanya
saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik dimata ALLAH.

Catatan :

Jika kau benar2 menyayangiku, kau tak akan membagi surat ini dengan siapapun.

di sudut dunia

Apakah kita melupakan cinta,

Cinta sesama manusia,

Lupakah cinta, kepada kita ?

Kita yang semua bersaudara…

Tetapi nyatanya masih terlihat…

Jiwa yang terluka haus ‘kan cahaya

Tergolek terlupakan di sudut dunia

………………………………………………………..

— ( the fly ) —

Kisah sedih di suatu pesta…

Siapa yang paling berbahagia saat pesta pernikahan berlangsung?
Bisa jadi kedua mempelai yang menunggu detik-detik memadu kasih. Meski lelah
menderanya namun tetap mampu tersenyum hingga tamu terakhirpun. Berbulan
bahkan hitungan tahun sudah mereka menunggu hari bahagia ini. Mungkin orang
tua si gadis yang baru saja menuntaskan kewajiban terakhirnya dengan
mendapatkan lelaki yang akan menggantikan perannya membimbing putrinya untuk

langkah selanjutnya setelah hari pernikahan. Atau bahkan ibu pengantin pria
yang terlihat terus menerus sumringah, ia membayangkan akan segera menimang
cucu dari putranya. “Aih, pasti segagah kakeknya,” impinya.
Para tamu yang hadir dalam pesta tersebut tak luput terjangkiti aura
kebahagiaan, itu nampak dari senyum, canda, dan keceriaan yang tak hentinya
sepanjang mereka berada di pesta. Bagi sanak saudara dan kerabat orang tua
kedua mempelai, bisa jadi momentum ini dijadikan ajang silaturahim, kalau
perlu rapat keluarga besar pun bisa berlangsung di sela-sela pesta.
Sementara teman dan sahabat kedua mempelai menyulap pesta pernikahan itu
menjadi reuni yang tak direncanakan. Mungkin kalau sengaja diundang untuk
acara reuni tidak ada yang hadir, jadilah reuni satu angkatan berlangsung.
Dan satu lagi, bagi mereka yang jarang-jarang menikmati makanan bergizi
plus, inilah saatnya perbaikan gizi walau bermodal uang sekadarnya di amplop
yang tertutup rapat.
Nyaris tidak ada hadirin yang terlihat sedih atau menangis di pesta itu
kecuali air mata kebahagiaan. Kalau pun ada, mungkin mereka yang sakit hati
pria pujaannya tidak menikah dengannya. Atau para pria yang sakit hati
lantaran primadona kampungnya dipersunting pria dari luar kampung. Namun
tetap saja tak terlihat di pesta itu, mungkin mereka meratap di balik
dinding kamarnya sambil memeluk erat gambar pria yang baru saja menikah itu.
Dan pria-pria sakit hati itu hanya bisa menggerutu dan menyimpan kecewanya
dalam hati ketika harus menyalami dan memberi selamat kepada wanita yang
harus mereka relakan menjadi milik pria lain.
Apa benar-benar tidak ada yang bersedih di pesta itu? Semula saya mengira
yang paling bersedih hanya tukang pembawa piring kotor yang pernah saya
ketahui hanya mendapat upah sepuluh ribu rupiah plus sepiring makan gratis
untuk ratusan piring yang ia angkat. Sepuluh ribu rupiah yang diterima
setelah semua tamu pulang itu, sungguh tak cukup mengeringkan peluhnya.
Sedih, pasti.
Tak lama kemudian saya benar-benar mendapati orang yang lebih bersedih di
pesta itu. Mereka memang tak terlihat ada di pesta, juga tak mengenakan
pakaian bagus lengkap dengan dandanan yang tak biasa dari keseharian di hari
istimewa itu. Mereka hanya ada di bagian belakang dari gedung tempat pesta
berlangsung, atau bagian tersembunyi dengan terpal yang menghalangi
aktivitas mereka di rumah si empunya pesta. Mereka lah para pencuci piring
bekas makan para tamu terhormat di ruang pesta.
Bukan, mereka bukan sedih lantaran mendapat bayaran yang tak jauh berbeda
dengan pembawa piring kotor. Mereka juga tidak sedih hanya karena harus
belakangan mendapat jatah makan, itu sudah mereka sadari sejak awal
mengambil peran sebagai pencuci piring. Juga bukan karena tak sempat
memberikan doa selamat dan keberkahan untuk pasangan pengantin yang
berbahagia, meski apa yang mereka kerjakan mungkin lebih bernilai dari
doa-doa para tamu yang hadir.
Air mata mereka keluar setiap kali memandangi nasi yang harus terbuang
teramat banyak, juga potongan daging atau makanan lain yang tak habis
disantap para tamu. Tak tertahankan sedih mereka saat membayangkan tumpukan
makanan sisa itu dan memasukkannya dalam karung untuk kemudian singgah di
tempat sampah, sementara anak-anak mereka di rumah sering harus menahan
lapar hingga terlelap.
Andai para tamu itu tak mengambil makanan di luar batas kemampuannya
menyantap, andai mereka yang berpakaian bagus di pesta itu tak taati
nafsunya untuk mengambil semua yang tersedia padahal tak semua bisa masuk
dalam perut mereka, mungkin akan ada sisa makanan untuk anak-anak di panti
anak yatim tak jauh dari tempat pesta itu. Andai pula mereka mengerti
buruknya berbuat mubazir, mungkin ratusan anak yatim dan kaum fakir bisa
terundang untuk ikut menikmati hidangan dalam pesta itu.
Sekadar usul untuk Anda yang akan melaksanakan pesta pernikahan, tidak cukup
kalimat “Mohon Doa Restu” dan “Selamat Menikmati” yang tertera di dinding
pesta, tapi sertakan juga tulisan yang cukup besar “Terima Kasih untuk Tidak
Mubazir”.
Mungkinkah?

Warna-warna persahabatan…

Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar
Semua menganggap dirinyalah yang terbaik
yang paling penting
yang paling bermanfaat
yang paling disukai
HIJAU berkata:”Jelas akulah yang terpenting.
Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan.
Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan.
Tanpa aku, semua hewan akan mati.
Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas ….”
BIRU menginterupsi :
“Kamu hanya berpikir tentang bumi,
pertimbangkanlah langit dan samudra luas.
Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan
awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan.
Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan.
Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa”
KUNING cekikikan :
“Kalian semua serius amat sih?
Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia.
Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning.
Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum.
Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan.”
ORANYE menyusul dengan meniupkan trompetnya :
“Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan.
Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan
manusia.
Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk,
mangga dan pepaya.
Aku tidak ada dimana-mana setiap saat,
tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam.
Keindahanku begitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian
akan terbetik di pikiran orang.”
MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak :
“Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah – darah kehidupan!
Aku adalah warna bahaya dan keberanian.
Aku berani untuk bertempur demi suatu kuasa.
Aku membawa api ke dalam darah.
Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan.
Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah, poinsentia dan bunga poppy.”
UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu :
Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan.
“Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan.
Raja, Pemimpin memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan.
Tidak seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan dan menuruti kehendakku.”
Akhirnya NILA berbicara
lebih pelan dari yang
lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama :
“Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam.
Kalian jarang memperhatikan ada aku, namun tanpaku kalian semua menjadi
dangkal.
Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan
kedalaman laut.
Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan
ketentraman batin.”

Jadi, semua warna terus menyombongkan diri,
masing-masing yakin akan superioritas dirinya.
Perdebatan mereka menjadi semakin keras.
Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan.
Guruh menggelegar.
Hujan mulai turun tanpa ampun.
Warna-warna bersedeku
bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan.

Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara :
WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain,
masing-masing ingin mendominasi yang lain. Tidakkah kalian
tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus,
unik dan berbeda?
Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!”
Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati
hujan, yang kemudian berkata :

“Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur,
masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai
busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama
dalam kedamaian.

Pelangi adalah pertanda Harapan hari esok.”
Jadi, setiap kali HUJAN deras menotok membasahi dunia, dan saat
Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah kita
MENGINGAT untuk selalu
MENGHARGAI satu sama lain.
MASING-MASING KITA MEMPUNYAI SESUATU YANG UNIK
KITA SEMUA DIBERIKAN KELEBIHAN UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN DI DUNIA
DAN SAAT KITA MENYADARI PEMBERIAN ITU, LEWAT KEKUATAN VISI KITA,
KITA MEMPEROLEH KEMAMPUAN UNTUK MEMBENTUK MASA DEPAN ….

Persahabatan itu bagaikan pelangi :
Merah bagaikan buah apel, terasa manis di dalamnya.

Jingga bagaikan kobaran api yang tak akan pernah padam.
Kuning bagaikan mentari yang menyinari hari-hari kita.
Hijau bagaikan tanaman yang tumbuh subur.
Biru bagaikan air jernih alami.
Ungu bagaikan kuntum bunga yang merekah.
Nila-lembayung bagaikan mimpi-mimpi yang mengisi kalbu.

*
****” SUDAHKAH ANDA MERASA MENJADI SAHABAT BAGI REKAN KERJA ANDA SENDIRI ? “
*

.

*”Be good. You want people to be good to you, right?!” *
.

Mukaddimah, sebuah pembukaan…

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahmanirrahiem.

Sujud syukur kehadirat Ilahi Robbi, Maha Penyayang yang sayang Nya tak pandang sayang, Maha Pengasih yang kasih Nya tak pilih kasih Allah SWT atas segala nikmat, rahmat, berkah dan ridho Nya serta nikmat iman & Islam. Sholawat teriring salam semoga tetap tercurah limpahkan keharibaan baginda Nabi Muhammad SAW pembawa risalah Ilahiyyah, membawa kita dari zaman Jahiliyyah (kebodohan) ke zaman terang benderang (alladji qod akhrojannasa minadhzulumati ilannuur).

Anak Betawi ketinggalan jaman… katenye… (nyanyiin lagunya si Doel) ?.  Ya sebodo teuing lah dibilang ketinggalan, kan lebih baik ketinggalan dari pada tidak sama sekali hehehe… (jd inget moto waktu kuliah dulu, gw sering telat masuk kelas). Hare geneh baru bikin blog, gw iseng aje sie tapi ko gw bingung ya materi apa nanti nyang bakalan gw posting di blog gw? Tapi kate nyang udah bikin blog, bikin aja dulu, materi mah ntar juga ada kalo lagi sempet posting, lagi gak ada kerjaan di kantor. insya Allah, postingan-postingan gw bakal berguna dan bermanfa’at buat gw, pengunjung & pembaca blog gw, amien. Ya udeh ye sampe sini dulu, laen kali sambung lagi.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

The Administrator of http://hoedayas.wordpress.com