WeChat Klaim Jadi Aplikasi Olah-pesan Paling Aman

JAKARTA – Aplikasi olah-pesan lintas platform, WeChat, terus memperapik diri untuk menggaet pengguna baru. Bahkan, aplikasi asal China itu mengklaim menjadi layanan yang aman dibanding kompetitornya.

“WeChat merupakan aplikasi yang aman. Sebab, saat mengundang teman baru, kita harus benar-benar memperoleh persetujuan. Jadi nggak sembarang asal chat,” klaim Direktur PT MNC Tencent Bagus Binatoro kepada wartawan, Kamis (21/11/2013).

Selain menjanjikan sebagai aplikasi olah-pesan yang aman, Tencent pun terus mengembangkan WeChat untuk berjalan di platform lain dan menyuguhkan pengalaman mobile yang lebih baik.

WeChat, lanjut bagus juga memiliki sejumlah fitur unggulan lainnya, seperti moment, sticker, dan fitur berbasis lokasi. Kemudian, Tencent juga berencana menghadirkan game ke WeChat dalam waktu dekat.

“Kami melalui tim developer telah menyiapkan sejumlah judul game. Kita tunggu saja tanggal mainnya,” tutur Bagus. Menurutnya, game merupakan salah satu potensi yang cukup besar. Mengutip data dari operator, ia meyebut bahwa angka unduhan game di Indonesia masih tinggi.

“Game di WeChat akan dirilis secara worldwide dan Indonesia menjadi salah satu negara yang akan kehadiran layanan tersebut,” ungkapnya.

Bahkan, agar memastikan WeChat dapat berjalan di segala jenis handset, perusahaan berencana meluncurkan aplikasi versi light. “Kami akan dorong WeChat ke semua perangkat. Bahkan untuk game, kami akan menyediakan versi WAP,”kata Bagus.

Berdasarkan laporan Globalwebindex, WeChat mencatatkan pertumbuhan pengguna sebesar 1.021 persen sepanjang kuartal pertama hingga kuartal ketiga tahun ini. Data ini dihimpun berdasarkan pengguna pada usia 16 hingga 19 tahun.

 

http://techno.okezone.com/read/2013/11/21/325/900753/wechat-klaim-jadi-aplikasi-olah-pesan-paling-aman

Iklan

Revolusi Teknologi Internet Bakal Terjadi di 2016

JAKARTA – Tahun 2016 akan terjadi kesenjangan kemampuan teknologi informasi (TI) yang sangat signifikan pada 400 ribu pekerja profesional di Asia Pasifik. Para profesional yang ‘melek TI’ akan mendapat kesempatan yang lebih ketimbang mereka yang gagap teknologi alias gaptek.

Data tersebut berdasarkan penelitian dari IDC dengan tajuk ‘The Evolution of the Networking Skills Gap in Asia/Pacific’. IDC juga mengungkapkan, dengan gapteknya sebagian tenaga kerja tersebut membuat dua juta lapangan pekerjaan terkait teknologi informasi dan komunikasi belum terisi di seluruh dunia.

Perusahaan jaringan internet, Cisco, juga memprediksikan akan ada 50 miliar koneksi internet pada 2020 mendatang. Meningkat lima kali lipat dari saat ini yang baru 10 miliar koneksi internet. Dengan begitu, pekerjaan berbasis pengetahuan akan lebih menyebar di era yang didorong oleh Internet of Everything.

Menurut informasi dari rilis yang diterima Okezone, Rabu (29/1/2014), lapangan pekerjaan dunia nantinya akan berevolusi yang menuju pada teknologi dan internet. Untuk diketahui Internet of Everything adalah skema di mana segala sesuatunya akan berkaitan dengan internet. Entah itu dalam kehidupan sosial, pribadi, maupun pekerjaan.

 

http://techno.okezone.com/read/2014/01/29/55/933294/revolusi-teknologi-internet-bakal-terjadi-di-2016

6 Fitur Asyik di WeChat

WeChat, Social Communication Platform teratas di Indonesia menawarkan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi para penggunanya. Lebih dari 100 juta pengguna diseluruh dunia telah merasakan, mendapatkan dan membuktikan hal tersebut.

Mau tahu 6 fitur apa saja yang mendukung WeChat menjadi platform terunggul? Ini dia fitur – fiturnya :

1.Shake

Fitur yang memungkinkan kamu untuk bertemu dan berkenalan dengan orang bahkan hingga belahan dunia lainnya. Hanya dengan melakukan “shake” atau menggoyangkan smartphone pada saat bersamaan, kamu dapat terhubung secara otomatis. 

Caranya cukup mudah, Aktifkan akun WeChatmu, pilih Shake, lalu goyangkan ponsel.  Perhatikan apa yang terjadi, Aplikasi WeChat segera mencari pengguna WeChat yang lain yang juga melakukan hal yang sama dengan anda, list para pengguna WeChat akan segera muncul dilayar smartphone kamu.  Uniknya lagi, list para pengguna ini tidak hanya dibatasi oleh satu lokasi saja, para pengguna dari negara lain pun akan muncul disini.

2.People NearBy
Fitur ini digunakan untuk mencari para pengguna WeChat lain yang masih berada dalam  radius tertentu pada lokasi tempat kamu berada. Fitur yang memanfaatkan teknologi pelacakan lokasi signal ini akan segera menampilkan list pengguna WeChat dekat lokasi kamu. Kelebihan lain, WeChat dilengkapi dengan perkiraan jarak lokasi kamu dengan para pengguna lain. Selain itu, kamu juga bisa melihat jenis kelamin para pengguna WeChat tersebut, selanjutnya terserah kamu. 

3.WeChat ID
Kamu bisa membuat ID sesuai dengan keinginan, masukkan 19 karakter kombinasi huruf, angka dan simbol dan kamu pun bisa mendapatkan WeChat ID. WeChat ID ini bisa kamu publikasikan ke teman – teman, klien bahkan bisa juga digunakan untuk melakukan jual beli oline. Tinggal sebut WeChat ID mu tanpa harus menyebutkan nomor telepon utnuk melakukan add contact.

4.Hold Together
Ini adalah fitur yang memanfaatkan layanan berbasis lokasi, Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menemukan dan menghubungkan teman-teman dalam jarak yang berdekatan satu sama lain. Tekan tombol “Hold Together” setelah membuka tombol kontak, kemudian kita lihat siapa saja yang sedang menekan tombol pada saat yang bersamaan
 
5.Live Chat (Walkie Talkie)
Fitur ini memungkinkan kita untuk dapat berkomunikasi secara langsung seperti menggunakan HT atau Walkie Talkie, dengan mengajak teman-teman yang telah terdaftar di contact kita. Dengan hanya menekan satu tombol, saat itu juga mereka dapat mendengar percakapan kita.
 
6.Hold to Talk
Hold to Talk termasuk kategori voice chatting saat ngobrol dengan teman, tekan dan tahan “Hold to Talk” lalu sampaikan pesan suara yang akan anda kirimkan, setelah itu lepaskan tombol, dan pesan suara akan segera dikirimkan dan diterima teman anda.

Penasaran? Unduh WeChat sekarang juga,buat WeChat ID favoritmu dan bersenang – senanglah dengan kenyamanan dan kemudahan WeChat!!(amr)

 

http://techno.okezone.com/read/2014/01/29/383/933348/6-fitur-asyik-di-wechat

IT Paradox – Antara Perkembangan IT dan Kenyataannya

IT yang merupakan kependekan dari Information Technology atau sering disebut Teknologi Informasi yang merupakan ilmu dalam hal pengumpulan sebuah informasi atau data digital yang diolah untuk mendapatkan solusi dalam penyelesaian masalah.

Sedangkan IT Paradox adalah sebuah fenomena yang bertolak belakang antara perkembangan IT dengan kenyataan yang sebenarnya. Dalam hal ini, IT berkembang dengan cepat tanpa diikuti oleh kenyataan yang mendukung perkembangan tersebut.

Dewasa ini, bidang IT menjadi primadona dalam masyarakat. Bahkan secara tidak langsung kita telah tenggelam dalam persaingan dibidang IT, entah bersaing sebagai pengguna atau bahkan telah bersaing sebagai pencipta suatu produk dalam bidang IT. Persaingan dalam bidang IT telah berkembang dalam berbagai aspek, mulai dari aspek pendidikan, pemerintahan, dan bahkan dunia bisnis.

Persaingan dalam bidang IT di aspek pendidikan tampak pada banyak bermunculan perguruan tinggi yang membuka prodi Teknik Informatika, karena peminat ilmu informatika yang marak atau bahkan telah menjadi tren. Karena banyak yang berpikiran, “tenaga IT sekarang banyak dibutuhkan” jadi banyak yang memilih bidang ini dalam menimba ilmu supaya nantinya mudah mendapat pekerjaan. Tapi apakah setelah masuk di dunia IT, kita mampu bersaing? Banyak fenomena yang terjadi diantara pelajar-pelajar/mahasiswa-mahasiswa IT malah tak mampu menyerap ilmu IT yang sesungguhnya, hingga akhirnya kuliah jadimolor. Justru inilah yang menjadi paradoks dibidang IT.

Jika kalian berpikir “tanpa lulus kuliah kita tidak akan mampu bersaing dalam dunia IT” itu SALAH. Mengacalah pada tokoh-tokoh berikut: Bill Gates, Steve Jobs, Mark Zuckeberg. Mereka salah satu contoh mahasiswa drop out (DO) atau dengan kata lain tidak lulus kuliah. Tapi mereka mampu bersaing dalam dunia IT. Mampu menempatkan nama menjadi tokoh yang berperan dalam perkembangan IT.

Dalam dunia bisnis, persaingan sering terjadi pada produsen-produsen IT seperti IBM, Apple, Microsoft, Google, dan lain-lain. Semua bersaing mengembangkan produknya masing-masing hingga tak ada yang mampu menyaingi, entah dalam hal software maupun hardware. Perang produk sistem operasi, smartphone, laptop, maupun tablet ini telah menjadikan masyarakat sebagai budak IT. Bagaimana tidak, misalkan saja produk android baru muncul, tak lama kemudian muncul versi terbaru. Dan menggeser produk yang lama. Dan kebanyakan orang akan mencari versi terbaru dan menjual yang lama. Hal ini justru memperbudak masyarakat dalam perkembangan IT.

Kita lihat kesuksesan perusahaan Google Inc yang telah menjadi perusahaan raksasa internet dan gadget. Siapa yang tidak mengenal google yang telah menciptakan mesin pencari (search engine) dan sistem operasi Android itu? Kemajuan-kemajuan IT tidaklah memperbudak manusia. Justru manusia itu sendiri yang memperbudak diri dengan perkembangan IT. Kenapa harus berganti gadget dengan versi android yang baru, jika hanya ingin mendapatkan fitur lebih. Kenapa kita tidak ikut terjun mengembangkan aplikasi android? itulah peran serta kita dalam dunia IT. Karena kita tau bahwa android itu bersifat open source, dan kita bisa memasang peran sebagai developer.

Pemanfaatan IT dalam bidang perdagangan tampak pada konsep e-commerce atau e-bisnis dengan perantara toko online untuk berdagang. Sudah banyak bermunculan toko-toko online yang beredar di dunia maya. Yang menjadi paradoks dalam hal ini adalah mudahnya penipuan terjadi sehingga banyak orang yang tidak percaya pada penjual-penjual online tersebut. Hal ini terjadi karena proses perdagangan tanpa bertatap muka dan yang sering dirugikan adalah konsumen karena harus mentrasfer sejumlah uang terlebih dahulu sebelum barang dikirim oleh penjual. Mungkin inilah yang menjadi kendala perkembangan e-commerce terhambat.

Jika berkembangnya e-commerce justru menciptakan hal-hal negatif seperti penipuan dan lain sebagainya. Kita harus mencontoh Amazon.com yang telah berhasil menjadi perusahaan perdagangan yang mampu memanfaatkan e-commerce dengan baik.

Dengan berkembangnya IT telah mengubah pola konsumtif terhadap masyarakat. Sebagian besar orang rela mengeluarkan uang lebih besar hanya untuk membeli smartphone yang memiliki banyak fitur, padahal yang dibutuhkan hanyalah fitur sms dan call saja. Padahal smartphone dapat dimanfaatkan lebih dari sekedar sms dan call saja. Kenapa tidak membeli handphone biasa saja kalau hanya digunakan untuk smsdan call saja? Itulah justru yang menjadi paradoks dalam bidang IT.

Itu kembali pada pribadi masing-masing orang, hanya orang-0rang yang siaplah yang dapat memanfaatkan perkembangan IT dengan sebaik-baiknya. Karena setiap perkembangan zaman, berkembang pula teknologi yang digunakan, oleh karena itu jadikan diri kita menjadi pribadi yang siap dalam perkembangan teknologi tersebut. Dan dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dengan sebaik-baiknya.

Sebenarnya yang salah bukanlah perkembangan IT, yang salah adalah pemanfaatan IT sendiri. Jika perkembangan IT telah merambah ke dalam berbagai aspek kehidupan, secara tidak langsung kita telah ikut merasakan manfaat perkembangan IT sendiri.

Kesiapan adalah kunci utama untuk dapat menjadi pelopor ataupun tokoh yang ikut mengembangkan teknologi. Karena teknologi tidak ada batasnya, akan terus berkembang sampai pada akhirnya nanti ketika teknologi tak mampu lagi berkembang, saat itulah akhir dari dunia ini. Yang kuat dalam dunia IT hanya dia yang mampu bersaing dan siap terjun dalam perkembangan IT dengan sebaik-baiknya.

 

http://ilmukomputer.org/author/mudafiq/ on http://ilmukomputer.org/2014/01/18/it-paradox-antara-perkembangan-it-dan-kenyataannya/

Inilah profesi TI Yang Paling Dicari

Gambar

Kalau ada profesi yang saat ini tengah naik daun, salah satunya adalah profesi yang terkait teknologi informasi (TI). Permintaan tenaga TI saat ini memang membludak. Sebab, dunia sudah tenggelam dalam tsunami digital. Akhir tahun 2011, misalnya, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 55 juta orang atau meningkat 30% dibanding tahun sebelumnya yang baru sebanyak 42 juta orang. Dari total pengguna itu, 29 juta di antaranya mengaku mengakses internet
dari mobile phone.

Saat ini, perusahaan di bidang usaha apa pun membutuhkan sistem informasi, paling tidak dalam hal administrasi. Apalagi, banyak perusahaan mulai membidik internet sebagai sarana usaha, promosi, danmarketing.Perusahaan rintisan baru di bidang teknologi informasi (start-up) juga terus bermunculan. Bidang usahanya bermacam-macam, mulai penyedia mobile broadband, aplikasi mobile untuk web, digital content, e-commerce, jasa jaringan komputasi awan, jasa penyedia pusat data, jasa penyedia sistem informasi manajemen risiko dan kepatuhan, asset management atau wealth management solutions, e-payment, dan masih banyak lainnya.

Tidak heran, permintaan akan tenaga TI pun meningkat. “Sekarang bahkan sudah terjadi bajak-membajak praktisi TI antar perusahaan,” kata Ogi Sigit Pornawan, Direktur Jogjacamp, perusahaan penyedia jasa sistem TI untuk korporat. Ogi sendiri mengawali kariernya di dunia TI sebagai programmer.

Bajak-membajak tenaga kerja di bidang TI ini terjadi karena permintaan tenaga TI yang berpengalaman sangat besar. Sementara, pasokannya tidak sebesar permintaannya. Pasokan praktisi TI yang jago tidak banyak karena institusi pendidikan tempat para praktisi ini dididik belum mampu memenuhi permintaan dunia usaha yang menginginkan tenaga TI yang siap pakai.

Belajar sendiri

Selama ini, pelajaran yang diajarkan di bangku kuliah kebanyakan hanya logika pemrograman dan teori-teori TI. “Padahal, yang diinginkan perusahaan adalah tenaga TI yang memang sudah menguasai aspek teknis tertentu,” ungkap Ogi. Jangan heran, Ogi masih harus melatih lagi tenaga TI fresh graduate yang diterimanya sebagai karyawan. “Cuma, begitu dia mahir, harus siap-siap dengan risiko dibajak,” katanya, tertawa.

Soal masih adanya kesenjangan antara dunia kerja dan materi pendidikan tinggi juga diakui Tina Yuliani Ayuningsih, pendiri IT Training Centre Kembar di Klaten.

Menurut alumnus Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, untuk belajar program atau software tertentu, mahasiswa memang harus belajar sendiri. “Saya menyiasatinya dengan menjadi peneliti di Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak Comlab ITB,” kata Editor Indonesia untuk majalah Inspirational Woman Magazine tersebut. Makanya, Tina memasukkan materi bahasa pemrograman di silabus lembaga kursusnya.

Natali Ardianto, Chief Operation Officer (COO) Tiket.com, juga punya pendapat yang tidak jauh berbeda. Menurut dia, yang membedakan praktisi TI yang jago dan yang tidak adalah visi inovasi. Praktisi TI yang baik memiliki inovasi dalam merancang produknya. Karena memiliki inovasi, praktisi TI yang andal biasanya memiliki serangkaian portofolio karyanya yang bisa dilihat sebagai wujud hasil kerjanya.

Misalnya, seorang web developer, tentu akan terlihat kemampuannya ketika sudah berhasil merancang dan mengembangkan sebuah situs. Portofolio hasil karya ini sangat penting dalam dunia TI untuk meyakinkan perusahaan atau pemberi kerja akan kemampuan teknis dan inovasi praktisi TI yang bersangkutan.

Seseorang yang memiliki inovasi juga mau tidak mau akan terus mempelajari perkembangan terbaru dunia TI. “Praktisi TI tidak bisa berhenti belajar dan harus punya semangat belajar sendiri,” ujar Natali.

Harus spesifik

Selain harus memiliki inovasi dan skill aspek teknis tertentu, praktisi TI yang andal juga harus memiliki skill yang spesifik. Yang terakhir ini bisa jadi kata kunci profesi di dunia TI. “Kalau seorang praktisi TI mengaku bisa semua, malah tidak akan dipercaya. Orang akan bingung, fokus dia sebenarnya apa,” kata Tri Haryoko, program instructor di PT Oracle Indonesia yang juga dosen di Universitas Multimedia Nusantara (UMN).

Profesi database administrator saja, misalnya, harus lebih spesifik lagi: sistem database apa yang dikuasai itu apa Oracle, SQL, atau yang lainnya. Tidak perlu menguasai semua sistem yang ada. “Cukup menguasai satu, tetapi benar-benar mendalam,” kata Tri.

Profesi di dunia TI memang sangat luas, beragam, dan kompleks. Dunia TI memiliki banyak fungsi, perangkat keras (hardware), dan perangkat lunak (software) TI yang tiap fungsi dan perangkatnya membutuhkan penguasaan khusus dari seorang ahli.

Secara umum, berbagai profesi di dunia TI dapat menjadi tiga kelompok besar. Pertama, kelompok yang menyusun perangkat lunak atau software, baik mencakup sistem operasi dan aplikasidatabase. Kedua, kelompok yang mengurusi perangkat keras (hardware), dan ketiga, kelompok operasional sistem aplikasi dan sistem operasi.

Adapun secara fungsi, profesi di dunia IT terbagi secara umum menjadi system analyst, programmer, administrator/ developer, dan technical. 

System analyst

Biasanya perusahaan yang ingin menerapkan sistem teknologi informasi tertentu akan menyewa perusahaan penyedia jasa sistem TI. Misalnya, ada perusahaan surat kabar yang ingin membuka versi online korannya di internet. System analyst bertugas menganalisis dan merancang sistem teknologi informasi yang akan diimplementasikan oleh perusahaan tersebut, mulai menganalisa pilihan-pilihan sistem operasi yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai menggelar studi kelayakan dan desain sistem yang akan dikembangkan.

Singkatnya, system analyst bertugas menerjemahkan keinginan user atau pengguna sistem informasi menjadi rancangan sistem TI yang sesuai dengan proses bisnis user maupun biaya yang tersedia. Ketika menyusun sistem TI untuk perusahaan media yang ingin membuat media online, misalnya, analis sistem dituntut mengetahui sistem operasi, aplikasi dan perangkat database, perangkat lunak dan perangkat keras yang harus tersedia dan digunakan.

Yang tidak kalah penting, analis sistem juga harus mengetahui proses bisnis dari perusahaan yang bersangkutan. Mulai dari konsepsi soal produk media yang akan dibuat sampai masalah prosesnya.

Misalnya, berita dari lapangan dilaporkan oleh wartawan bagaimana dan lewat media, dieditnya di mana dan bagaimana, ada berapa jenjang pengeditan, dan seterusnya. “Sistem TI yang dibangun harus menyesuaikan proses bisnis perusahaan,” ungkap Agus Surachman, system analyst sebuah perusahan konsultan penyedia jasa layanan sistem TI.

Biasanya analis sistem bekerja dalam sebuah tim yang disebut system integrator. Kalau dihadapkan proyek IT, tim akan menunjuk project manager. Adapun jenjang analis sistem tergantung pada perusahaan yang bersangkutan.

Ada yang jenjang kariernya mulai dari system analyst, lalu meningkat menjadi business analyst atau kadang disebut juga senior system analyst. Di level senior, pemahaman anggaran dan keuangan penting ketika merancang sistem TI yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Biasanya, system analyst memiliki pengalaman sebagai programmer. Cuma, ada juga analis sistem yang langsung dari fresh graduate karena di perguruan tinggi memang jurusan analis sistem sudah tersedia untuk program S-1.

Remunerasi bidang ini tergantung pada pengalaman system analyst yang bersangkutan serta sistem penggajian di perusahaan TI tempatnya bekerja. Tetapi untuk yang berpengalaman, rentang penghasilannya sekitar Rp 5 juta sampai Rp 11 juta per bulan.

Programmer

Profesi programmer bisa jadi posisi yang krusial di dunia TI. Tugasnya adalah membangun perangkat lunak sistem operasi atau aplikasi yang mau diaplikasikan perusahaan. Perumpamaannya, “Jika system analyst bisa diibaratkan desainer sistem TI, programmer adalah tukang jahit yang bertugas membangun sistem tersebut,” kata Tri.

Ada beberapa jenis programmer. Pertama, mereka yang membuat desktop application untuk operasi sistem informasi di internal perusahaan. Kedua, mereka yang membuat web based application.“Pemrogram ini disebut web programmer atau web desainer,” kata Tina. Mereka bertugas membuatdesign layout dan metode interaksi antarmuka pengguna (user interface) untuk laman di internet dan untuk fitur-fitur spesifik di situs tersebut. Ketiga, mereka yang berkutat dengan pemrogramandatabase.

Karena berkutat dengan urusan teknis, programmer perlu memiliki kemampuan penguasaan yang spesifik akan bahasa pemrograman. Bahasa gaulnya ngoding. Pemrogram aplikasi desktop yang harus dikuasai misalnya Java, C++, dan Visual Basic. Adapun untuk web programmer yang paling sering dibutuhkan adalah mereka yang menguasai bahasa HTML/XML, PHP, ASP, Cold Fusion. Untuk lowongan database, meski saat ini banyak program yang masih memakai bahasa Delphi, permintaan untuk mereka yang menguasai SQL dan Oracle juga sudah mulai banyak.

Gaji seorang programmer tergantung pada pengalaman serta sistem penggajian di perusahaan tempatnya bekerja. Tetapi untuk yang berpengalaman, rentang penghasilannya sekitar Rp 3 juta sampai Rp 9 juta per bulan.

Administrator

Kalau analis bertugas menyusun sistem TI yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan programmer adalah mereka yang bertugas membangun sistem tersebut, administrator atau developer adalah mereka yang bertugas mengoperasikan, merawat, dan bahkan mengembangkan sistem yang sudah berjalan tersebut.

Kebanyakan posisi administrator ini ditempati oleh yang memiliki keahlian spesifik di bidangnya dan bahkan sertifikasi khusus untuk masing-masing tugas dan fungsi.

Dalam perusahaan, orang yang mengepalai administrator TI, database, dan sistem disebut sebagai manajer TI. Ada beberapa jenis administrator.

 IT and Networking Administrator yang bertugas menjalankan implementasi dan perawatan administrasi jaringan TI seperti Local Area Network (LAN) dan Wide Area Network (WAN) serta koneksi dial-up, firewall, proxy, dan pendukung teknis lainnya.

Tugas mereka adalah membangun dan memelihara jaringan yang dipakai di perusahaan, memberikan saran dan masukan dalam pemilihan topologi, hardware serta software operasional yang sesuai untuk jaringan di perusahaan. Mereka juga harus menjaga stabilitas dan reliabilitas jaringan

 Database Administrator merupakan orang yang bertanggung jawab untuk administrasi dan pemeliharaan teknis sistem database yang menopang sistem TI perusahaan.

• System Administrator sedikit mirip dengan administrator TI. Cuma bedanya, system administratorbertugas melakukan administrasi terhadap sistem dan melakukan pemeliharaan sistem. “System administrator juga biasanya memiliki kewenangan mengatur hak akses terhadap sistem, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah sistem,” ungkap Agus.

Mereka juga bertugas menyediakan rancangan sistem dan konsultasi terhadap pengguna. Selain itu, mereka juga memberikan respons terhadap permintaan bantuan teknis serta dukungan lainnya. Tugas penting administrator adalah melakukan pelatihan operasi sistem ke pelanggan.

• Security Administrator. Di beberapa perusahaan besar, sistem TI menjadi nyawa layanan dan operasinya. Kalau sudah begini, keamanan menjadi sangat penting. Makanya, ada fungsi khusus untuk mengelola keamanan sistem TI. Karena penting, sesuai dengan tata kelola TI (IT governance), maka diciptakan segregation of duties atau fungsi yang terpisah untuk administrasi yang penting. Tugas security administrator antara lain sebagai pengelola konfigurasi keamanan.

 Technical operator atau sering juga disebut sebagai teknisi. Mereka mengurusi pemeliharaan maupun perbaikan perangkat keras sistem TI.

• EDP operator bertugas untuk mengoperasikan program-program electronik data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.

Auditor

Profesi TI lain yang menarik adalah auditor. Mereka harus orang luar yang tidak merancang dan mengoperasikan sistem TI perusahaan.

Ada beberapa jenis auditor, IT auditor misalnya, bertugas melakukan evaluasi dan rekomendasi atas lingkungan TI perusahaan. Adapun security auditor melakukan evaluasi dan rekomendasi khusus untuk keamanan sistem TI. Adapun IT compliance melakukan evaluasi atas kepatuhan lingkungan TI suatu perusahaan terhadap beberapa regulasi yang terkait dengan perusahaan tersebut, baik itu dari internal maupun eksternal.

source : http://peluangusaha.kontan.co.id/news/inilah-profesi-ti-yang-paling-dicari

Proposal Penelitian

  1. A.      JUDUL :PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS DRAMA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA

 

  1. B.      PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Dalam dunia pendidikan dan pengajaran, sastra merupakan salah satu materi pengajaran yang harus disampaikan. Pengajaran sastra termasuk dalam pengajaran yang sudah tua dan sampai sekarang tetap bertahan dalam pengajaran dan juga tercantum dalam kurikulum sekolah. Bertahannya pengajaran sastra di sekolah dikarenakan pengajaran sastra mempunyai peranan yang sangat penting dalam mencapai aspek tujuan pendidikan, seperti aspek pendidikan susila, sosial, sikap, penilaian, dan keagamaan (Rusyana 1982:26). Rusyana juga mengungkapkan bahwa tujuan pengajaran sastra adalah agar siswa memperoleh pengalaman sastra dan pengetahuan sastra.

Salah satu upaya dalam mencapai tujuan pengajaran sastra, pengetahuan sastra yang diajarkan pada siswa hendaknya berangkat dari suatu penghayatan atas suatu karya sastra yang konkrit. Hal ini berarti bahwa pengetahuan ini merupakan pelengkap pengalaman sastra sehingga siswa betul-betul memperoleh akar yang kuat.

Sehubungan dengan hal tersebut maka nilai pengajaran sastra memiliki dua tuntutan yang dapat diungkapkan sehubungan dengan watak, yaitu (a) pengajaran sastra hendaknya mampu membina perasaan yang lebih tajam, dan (b) pengajaran sastra hendaknya mampu memberikan bantuan dalam usaha menngembangkan kualitas kepribadian siswa, misalnya ketekunan, kepandaian, pengimajian, dan penciptaan.

Dalam pembelajaran sastra khususnya drama, siswa diharapkan dapat menulis teks drama. Selain itu, dengan menulis teks drama pengalaman batin siswa akan bertambah, wawasan siswa semakin luas sehingga terbentuk sikap posistif dalam diri siswa untuk menghadapi norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Dalam pembelajaran menulis drama, sering ditemukan beberapa permasalahan di antaranya siswa kurang bermiinat dan kurang serius dalam mengikuti pelajaran, banyak siswa yang mengeluh jika kegiatan pembelajaran sampai pada menulis. Mereka merasa kesulitan dalam menuangkan idea tau gagasan ke dalam sebuah tulisan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka guru harus memilih strategi pembelajaran yang tepat. Salah satu strategi pembelajaran yang tepat menurut peneliti adalah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Pembeajaran dengan pendekatan kontekstual tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis teks drama siswa dan merubah perilaku siswa kea rah positif.

Dengan penggunaan pendekatan kontekstual tersebut diharapkan siswa data lebih aktif dan berminat dalam pembelajaran sastra khususnya menulis teks drama. Untuk itulah peneliti mengadakan penelitian tentang keterampilan menulis teks drama dengan pendekatan kontekstual pada siswa.

2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, faktor-faktor penghambat yang teridentifikasi dalam pembelajaran menulis teks drama yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari siswa. Banyak siswa yang beranggapan pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia adalah pelajaran yang membosankan dan menjenuhkan sehingga siswa kurang termotivasi dalam mengikuti pelajaran. Selain itu juga siswa menganggap pelajaran sastra khususnya menulis teks drama sulit diikuti dan membosankan. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman siswa terhadap materi, sulitnya siswa dalam menuangkan ide dan gagasan, dan kurangnya keseriusan siswa dalam mengikuti pelajaran.

Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari guru. Kurangnya keterampilan menulis drama dapat disebabkan karena strategi belajar dan mengajar yang digunakan guru kurang optimal. Dalam pembelajaran menulis teks drama, guru masih menggunakan teknik ceramah yang menyebabkan siswa kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks drama adalah dengan pendekatan kontekstual yang akan merangsang kemampuan siswa agar terampil dalam menulis teks drama.

3. Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah dalam tesis ini dipusatkan pada upaya peningkatan keterampilan menulis teks drama dengan pendekatan konteskstual komponen konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan (Inkuiri), masyarakat belajar (Learning Community), permodelan (Modeling), refleksi (Reflection) dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment).

4. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1) Bagaimanakah peningkatan keterampilan menulis teks drama siswa kelas XI IPA I SMA PGRI Slawi setelah mengikuti pembelajaran dengan pendekatan kontekstual?

2) Bagaimana perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis teks drama dengan pendekatan kontekstual?

 

5. Tujuan Penelitian

Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1) Meningkatkan keterampilan menulis teks drama siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan pendekatan kontekstual?

2) mendeskripsikan perubahan perilaku setelah mengikuti pembelajaran menulis teks drama dengan pendekatan kontekstual?

 

6. Manfaat Penelitian

Dalam penyusunan Tesis ini, peneliti berharap hasil penelitian ini akan mempunyai manfaat baik secara teoritis maupun praktis.

1)Manfaat Teoretis

Manfaat teoretis penelitian ini adalah memberikan masukan pengetahuan tentang pengembangan teori pembelajaran menulis teks drama dengan pendekatan kontekstual. Selain itu dapat memberikan sumbangan pemikiran dan tolak ukur kajian pada penelitian yang lebih lanjut.

 

2)Manfaat praktis.

Manfaat praktis penelitian ini bagi guru, siswa, peneliti:

a. Manfaat bagi guru

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternative pemilihan teknik pembelajaran menulis teks drama.

b. Manfaat bagi siswa

Siswa lebih mudah dan cepat menemukan idea atau gagasan keterampilan menulis teks drama dan meningkatkan keterampilan menulis teks drama siswa.

c. Manfaat bagi peneliti

Manfaat bagi peneliti adalah dapat memperkaya wawasan mengenai penggunakan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran.

C. KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORETIS

1. Kajian Pustaka

Banyak penelitian yang menyangkut keterampilan menulis siswa SMA, di antaranya hasil penelitian Thomas Bagyo. Bagyo (2004) dalam penelitiannya yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Drama dengan Teknik Modeling pada Siswa Kelas IV D SD PL Bernardus Semarang, menunjukkan terdapat peningkatan keterampilan menulis teks drama setelah pembelajaran kontekstual komponen pemodelan diterapkan.

Hasil penelitian Astuti (2004) yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi dengan Pendekatan Kontekstual Komponen Pemodelan pada Siswa kelas II Ps 4 SMK N 8 Semarang. Hasil penelitian tersebut menunjukkan peningkatan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas II Ps 4 SMK N 8 Semarang setelah menggunakan pendekatan kontekstual komponen pemodelan.

Utami (2005) dalam penelitiannya yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Drama Jawa dengan Media Kaset pada Siswa SMP Negeri 3 Bawang Banjarnegara mengkaji peran media kaset dalam peningkatan keterampilan menulis teks drama Jawa dan perubahan tingkah laku siswa. Penelitian relevan lainnya adalah penelitian yang dilakukan Komariyah (2006). Peneliltian tersebut berjudul Peningkatan Keterampilan Menuis Teks Drama dengan Pendekatan Kontekstual Komponen Pemodelan pada Siswa Kelas XI IPA 2 MA AL-ASROR Patemon. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual komponen pemodelan dapat meningkatkan keterampilan menulis teks drama.

Berdasarkan penelitian-penelitian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual dapat diterapkan pada pembelajaran keterampilan menulis dengan menggunakan komponen yang terdapat dalam pendekatan kontekstual.

2. Landasan Teoretis

Konsep-konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah hakikat menulis, hakikat menulis teks drama, dan hakikat pendekatan kontekstual. Deskripsi lengkap tentang hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.

a.Hakikat Menulis

Menulis mempunyai posisi tersendiri dalam kaitannya dengan upaya membantu siswa mengembangkan kegiatan berpikir dan pendalaman bahan ajar. Menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang paling kompleks. Menulis menuntut pengalaman, waktu, kesempatan, latihan, keterampilan-keterampilan khusus, dan pengajaran langsung menjadi seoranng penulis, menuntut gagasan-gagasan secara logis, diekspresikan secara jelas, dan ditata secara menarik (Tarigan, 1996:8).

Menulis menuntut sejumlah pengetahuan dan kemampuan sekaligus. Pengetahuan pertama menyangkut isi karangan, yang kedua menyangkut aspek-aspek kebahasaan dan teknik penulisan yang dapat dipelajari secara teoretis.

Menulis mempunyai tujuan tertentu. Berdasarkan penyelidikan tehadap guru, menurut Raimes (1987) kegiatan menulis bertujuan (1) memberikan penguatan (reinforcement), (2) memberikan pelatihan (training), (3) membimbing siswa melakukan peniruan atau imitasi (imitation), (4) melatih siswa berkomunikasi (communication), (5) membuat siswa lebih lancar dalam berbahasa (fluency), dan (6) menjadikan siswa lebih giat belajar (Learning).

Dengan memperhatikan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa menulis merupakan suatu kegiatan yang banyak menuntut kemampuan bidang kebahasaan dan pengetahuan di luar kebahasaan yang menjadi isi tulisan, yang merupakan idea tau gagasan secara sistematis sehingga mudah dipahami oleh pembacanya.

 

b. Hakikat Pembelajaran Menulis Teks Drama

Berdasarkan etimologi drama berasal dari kata “dramoi” (bahasa Yunani) yang berarti menirukan, action dalam bahasa Inggris. Dalam penngertian umum, kemudian istilah drama diartikan perbuatan atau gerak dalam fungsinya untuk menyatakan perbuatan manusia.

Unsur terpenting drama adalah teks drama. Teks drama menurut Usul Wiyanto (dalam Didik komaidi, 2007:230) adalah karangan yang berisi cerita atau lakon. Teks drama memuat nama-nama tokoh dalam cerita, dialog yang diucapkan tokoh dalam cerita, dan keadaan panggung yang diperlukan. Sedangkan unsur dasar teks drama menurut Nursantara (2004: 136-137) adalah tema, plot, dialog, karakter, bahasa, ide, pesan, dan setting.

Luxemburg (1984) mengatakan bahwa teks drama merupakan teks yang berupa dialog-dialog dan isinya membentanngkan sebuah alur. Teks drama dapat diberi sebuah batasan sebagai salah satu karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog yang didasarkan atas konflik batin dan mempunyai kemungkinan untuk dipentaskan.

Teks drama ditulis dengan dasar untuk dipentaskan bukan untuk dibaca. Sayuti (2001: 79-81) menyampaikan langkah-langkah menulis teks drama yaitu (1) preparasi atau persiapan yaitu tahap pengumpulan informasi dan data yag dibutuhkan, (2) inkubasi atau pengendapan, saat mengolah ‘bahan mentah’ diperkaya melalui inkubasi pengetahuan dan pengalaman yang relevan, (3) Iluminasi yaitu penulisan karya (penciptaan) dapat diselesaikan, (4) verifikasi atau tinjauan secara kritis. Pada tahap ini, seorang penulis melakukan evaluasi karya ciptaanya, self evaluation.

Pembelajaran menulis teks drama dalam penelitian ini adalah untuk melatih keterampilan siswa dalam menulis teks drama dengan baik dan benar, serta sesuai dengan kaidah penulisan drama. Pembelajaran menulis teks drama tidak akan maksimal tanpa terlebih dahulu dilakukan latihan. Latihan menulis teks drama dilakukan secara bertahap agar siswa mampu menulis teks drama dengan benar.

Waluyo (2003:159) menyatakan bahwa latihan menulis yang berkaitan dengan drama dapat berupa menulis drama (sederhana), menulis synopsis drama, dan menulis resensi (teks drama maupun pementasan drama). Tugas menulis itu dapat dilakukan secara individu maupun secara kelompok. Hasilnya dapat dilaporkan kepada guru secara tertulis, dapat juga dibaca di depan kelas.

 

c. Pendekatan Kontekstual

Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni: konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan (Inkuiri), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), refleksi (Reflection), dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment) (Depdiknas 2002:5).

Nurhadi dan Senduk (2003:5) menyatakan bahwa pendekatan kontekstual adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang menekankan pentingnya lingkungan alamiah itu diciptakan dalam proses belajar agar kelas lebih hidup dan lebih bermakna karena siswa mengalami sendiri apa yang dipelajarinya. Pendekatan kontekstual merupakan pendekatan yang memungkinkan siswa untuk menguatkan, memperluas, dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademik mereka dalam berbagai macam tatanan kehidupan baik di sekolah maupun di luar sekolah. Selain itu, siswa dilatih untuk dapat memecahkan masalah yang mereka hadapi dalam suatu situasi, misalnya dalam bentuk simulasi, dan masalah yang memang ada dalam dunia nyata.

Nurhadi (2004:106) menyampaikan bahwa penerapan CTL dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkahnya sebagai berikut: (1) kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya, (2) laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik, (3) kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya, (4) ciptakan ‘masyarakat belajar’ (belajar dalam kelompok-kelompok), (5) hadirkan ‘model’ sebagai contoh pembelajaran, (6) lakukan refleksi di akhir pertemuan, (7) lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara. Lebih lanjut Nurhadi (2004:107) menyampaikan ciri kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual yakni: (1) pengalaman nyata, (2) kerjasama, (3) saling menunjang, (4) gembira, (5) belajar bergairah, (6) pembelajaran terintegrasi, (7) menggunakan berbagai sumber, (8) siswa aktif dan kritis, (9) menyenangkan, tidak membosankan, (10) sharing dengan teman, (11) guru kreatif.

 

 

D. METODE PENELITIAN

1. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Ebbut dalam Kasihani Kasbolah (2001:9) mendefinisikan penelitian tindakan merupakan studi yang sistematis yang dilakukan dalam upaya memperbaiki praktik-praktik dalam pendidikan dengan melakukan tindakan praktis serta refleksi dari tindakan tersebut.

Ebbut melihat proses pelaksanaan penelitian tindakan ini sebagai suatu rangkaian siklus yang berkelanjutan. Dalam penelitian tindakan ini menggunakan dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) analisis dan refleksi.

 

2. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah keterampilan menulis teks drama siswa terdiri dari 46 siswa, yaitu 15 laki-laki dan 31 perempuan. Peneliti mengambil subjek tersebut dengan alasan berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang mengajar, saat ini kondisi kemampuan menulis teks drama siswa kelas tersebut rendah.

3. Variabel Penelitian

Ada dua variabel yang diteliti yaitu: 1) keterampilan menulis teks drama dengan indikator menulis teks drama dengan menggunakan bahasa yang sesuai untuk: mendeskripsikan perilaku manusia melalui dialog, menghidupkan konflik, memunculkan penampilan (performance), 2) variabel penggunaan pendekatan kontekstual.

 

 

 

 

 

E. DAFTAR PUSTAKA

Astuti. 2004. Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi dengan Pendekatan Kontekstual Komponen Pemodelan pada Siswa kelas II Ps 4 SMK N 8 Semarang. Skripsi: Unnes.

Bagyo, Thomas. 2004. Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Drama dengan Teknik Modeling pada Siswa Kelas IV D SD Bernardus Semarang. Skripsi: Unnes.

Depdiknas. 2002. Pendekatan Kontekstual. Jakarta: Depdiknas.

Kasihani, Kasbolah E.S. 2001. Penelitian Tindakan Kelas. Malang: Universitas Negeri Malang.

Komaidi, Didik. 2007. Aku Bisa Menulis. Yogyakarta: Sabda Media.

Komariyah. 2006. Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Drama dengan Pendekatan Kontekstual Komponen Pemodelan pada Kelas XI IPA 2 MA AL-ASROR Patemon. Skripsi: Unnes.

Luxemburg, Jan Van, dkk. 1984. Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Gramedia.

Nurhadi. 2004. Kurikulum 2004. Jakarta: Gramedia.

Nursantara, Yayat. 2004. Kesenian SMA Seni Rupa, Musik, Tari, dan Drama untuk Kelas X. Jakarta: Erlangga.

Rusyana, Yus. 1982. Metode Pengajaran Sastra. Bandung: Gunung Larang.

Sayuti, Suminto A. 2003. Sastra Model Posmo dan Pengajarannya. Semarang: Yudhistira.

Utami, Titi. 2005. Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Drama Jawa dengan Media Kaset pada Siswa SMP Negeri 3 Bawang Banjar Negara. Skripsi: Unnes.

Waluyo, Herman J. 2003. Drama Teori dan Pengajarannya. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.

 

http://beningembun-apriliasya.blogspot.com/2010/04/proposal-penelitian-tindakan-kelas.html

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ASURANSI : KASUS ASURANSI JIWA

Analisis sistem yang berjalan bertujuan untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara kerja sistem tersebut dan masalah yang dihadapi sistem untuk dijadikan landasan usulan perancangan analisis sistem yang sedang berjalan yang dilakukan berdasarkan urutan kejadian yang ada.

Dalam sistem administrasi di perusahaan asuransi jiwa terdapat dokumen yang terkait dalam pengelolaan data nasabah. Dokumen-
dokumen tersebut dapat dianalisis sebagai berikut :

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Adapun prosedur dari sistem pelayanan di perusahaan asuransi jiwa yang sedang berjalan adalah sebagai berikut:

1. Nasabah mengisi Formulir Surat Permintaan Asuransi Jiwa (rangkap dua) dengan lengkap kemudian diserahkan kepada Kasi Operasional disertai Surat Keterangan Kesehatan (rangkap dua) dan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (rangkap dua) yang masih berlaku

2. Kasi Operasional menerima dari Nasabah bersama dengan Formulir Surat Permintaan Asuransi Jiwa (rangkap dua) disertai Surat Keterangan Kesehatan (rangkap dua) dan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (rangkap dua) kemudian memerikasa kelengkapan pengisian Formulir Surat Permintaan Asuransi Jiwa, Surat Keterangan Kesehatan dan fotokopi Kartu Tanda Penduduk.
Setelah Kasi Operasional mengecek Formulir Surat Permintaan Asuransi Jiwa (rangkap dua) Surat Keterangan Kesehatan (rangkap dua) dan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (rangkap dua) Kasi Operasional mengeluarkan slip setoran (rangkap empat) diberikan ke nasabah untuk di tanda tangan

3. Nasabah menerima Formulir Surat Permintaan Asuransi Jiwa (rangkap dua) disertai Surat Keterangan Kesehatan (rangkap dua), fotokopi Kartu Tanda Penduduk (rangkap dua), slip setoran (rangkap empat) dan Bukti Pembayaran Premi Pertama (rangkap empat)dari Kasi Operasional untuk di tanda tangani kemudian Slip Setoran dan Bukti Pembayaran Premi Pertama diberikan kepada kasir untuk dicek.

4. Kasir menerima formulir surat Permintaan Asuransi Jiwa (rangkap dua) disertai Surat Keterangan Kesehatan ( rangkap dua) dan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (rangkap dua) Slip Setoran (rangkap tiga) dan Bukti Pembayaran Premi Pertama (rangkap empat) yang sudah ditanda tangan dari nasabah untuk dicek. Kemudian Kasir membuat Kode Bukti Setoran (rangkap dua) lalu kasir mengarsipkan masing- masing satu buah Kode Bukti Setoran, Slip Setoran dan Bukti Pembayaran Premi Pertama, Kasir memberikan Bukti Pembayaran Premi Pertama yang asli kepada Nasabah. Kemudian Kasir memberikan Kartu Tanda Penduduk (rangkap dua), Surat Keterangan Kesehatan (rangkap dua), Formulir Surat Permintaan Asuransi Jiwa (rangkap dua), Bukti Pembayaran Premi Pertama (rangkap dua), Slip Setoran (rangkap dua) dan Kode Bukti Setoran (rangkap dua) Kepada Kasi Pertanggungan.

5. Kasi Pertanggungan menerima Kartu Tanda Penduduk (rangkap dua), Surat Keterangan Kesehatan ( rangkap dua ), Formulir Surat Permintaan Asuransi Jiwa (rangkap dua), Bukti Pembayaran Premi Pertama (rangkap dua), Slip Setoran (rangkap dua) dan Kode Bukti Setoran (rangkap satu) dari kasir untuk di cek, setelah semuanya di cek Kasi pertanggungan mengeluarkan No Polis (rangkap empat). Kemudian Kasi Operasional memberikan Kartu Tanda Penduduk (rangkap dua), Surat Keterangan Kesehatan ( rangkap dua ), Formulir Surat Permintaan Asuransi Jiwa (rangkap dua), Bukti Pembayaran Premi Pertama (rangkap dua), Slip Setoran (rangkap dua) dan Kode Bukti Setoran (rangkap satu) dari kasir untuk di cek, setelah semuanya di cek Kasi Pertanggungan mengeluarkan No Polis (rangkap empat) kepada Kepala Cabang untuk menandatangani No Polis. Setelah Kepala Cabang untuk menandatangani No Polis memberikan kembali surat-surat tersebut ke Kasi Pertangguangan

6. Kasi Pertanggungan menerima Kartu Tanda Penduduk (rangkap dua), Surat Keterangan Kesehatan ( rangkap dua ), Formulir Surat Permintaan Asuransi Jiwa (rangkap dua), Bukti Pembayaran Premi Pertama (rangkap dua), Slip Setoran (rangkap dua) Kode Bukti Setoran (rangkap satu) dan No Polis yang telah di tandatangani Kepala Cabang (rangkap empat) dari Kepala Cabang untuk mengarsipkan Kartu Tanda Penduduk , Surat Keterangan Kesehatan, Formulir Surat Permintaan Asuransi Jiwa, Bukti Pembayaran Premi Pertama , Slip Setoran , Kode Bukti Setoran dan No Polis masing-masing satu buah, kemudian diberikan ke Bagian Logistik

7. Bagian Logistik menerima Kartu Tanda Penduduk , Surat Keterangan Kesehatan, Formulir Surat Permintaan Asuransi Jiwa, Bukti Pembayaran Premi Pertama , Slip Setoran , Kode Bukti Setoran dan No Polis (rangkap tiga) dari Kasi Pertanggungan untuk diarsipkan, kemudian Bagian Logistik memberikan No Polis asli yang telah ditanda tangan oleh Kepala Cabang satu buah kepada Nasabah

8. Nasabah menerima No Polis asli yang telah ditandatangan Kepala Cabang dari Bagian Logistik sebagai bukti telah menjadi nasabah di perusahaan asuransi jiwa dan sebagai surat untuk mengajukan klaim bila terjadi kecelakaan kepada perusahaan asuransi jiwa

Sedangkan prosedur pengajuan klaim di perusahaan asuransi jiwa yang sedang berjalan adalah sebagai berikut:

1. Nasabah mengisi formulir pengajuan klaim asuransi, serta melampirkan beberapa persyaratan, diantaranya KTP, no polis, slip setoran premi terakhir, dan dokumen pengajuan klaim.

2. Setelah no polis, KTP, slip setoran premi terakhir, beserta dokumen pengajuan klaim dilampirkan dan formulir pengajuan klaim terisi, kemudian diserahkan kepada bagian Kasi Operasional.

3. Kasi operasional akan mengecek no polis, slip setoran premi terakhir, KTP, beserta dokumen pengajuan klaim dan formulir pengajuan klaim yang telah disahkan diserahkan kepada bagian Pertanggungan sebagai syarat untuk melakukan pembayaran klaim kepada nasabah.

Diagram konteks

Diagram konteks adalah sebuah diagram sederhana yang menggambarkan hubungan antara entitas luar, masukan dan keluaran dari sistem.

Gambar

DFD proses yang sedang berjalan

Data flow diagram (diagram alir) adalah representasi graphis dari suatu sistem yang menggambarkan komponem-komponem sebuah sistem, aliran-aliran data diantara komponem-komponem tersebut beserta asal, tujuan dan penyimpanan datanya.

Gambar

Evaluasi sistem yang berjalan

Berdasarkan hasil pengamatan dan penelitian dari sistem informasi pelayanan asuransi yang sedang berjalan maka ditemukan permasalahan dan solusinya sebagai berikut :

Gambar

Tujuan Perancangan Sistem

Perancangan sistem merupakan bagian dari metedologi pengembangan pembangunan suatu perangkat lunak yang dilakukan setelah tahap analisis. Perancangan bertujuan untuk memberikan gambaran secara terperinci. Perancangan sistem merupakan tahapan lanjutan dari analisis sistem dimana pada perancangan sistem ini digambarkan rancangan sistem yang akan dibangun sebelum dilakukan pengkodean ke dalam suatu bahasa pemrograman.

Pada rancangan sistem akan dilakukan perancangan untuk format rancangan hasil atau keluaran dari program, perancangan menu program yang akan menjelaskan tentang menu yang akan digunakan untuk membangun perangkat lunak dan rancangan struktur program yang berisi mengenai alur proses program yang dimulai dari masukan sampai keluaran.

Tujuan perancangan sistem adalah untuk memperbaikiatau meningkatkan efisiensi kerja sistem. Tahap ini sangat penting dalam menentukan baik atau tidaknya perancangan sistem yang diperoleh, tahap perancangan sistem dapat digambarkan sebagai perancangan untuk membangun suatu sistem dan mengkonfigurasikan komponen – komponen perangkat lunak dan perangkat keras sehingga menghasilkan sistem yang lebih baik bagi user.

Proses yang terjadi pada sistem yang akan diusulkan diantaranya :

1. Staff admin melakukan login agar dapat masuk ke dalam halaman admin dan dilakukan validasi oleh sistem, jika cocok admin akan masuk ke halaman admin.

2. Calon pendaftar asuransi membuka situs perusahaan asuransi jiwa

3. Pendaftar mengisi form pendaftaran asuransi yang akan dikirim ke server perusahaan asuransi jiwa

4. Jika pendaftaran berhasil, calon pendaftar mendatangi perusahaan asuransi jiwa untuk melakukan konfirmasi dengan menyerahkan no pendaftaran yang ada pada formulir pendaftaran serta memberikan persyaratannya seperti Kartu Tanda Penduduk dan Surat Keterangan Kesehatan.

5. Jika semua syarat pendaftaran sudah lengkap, staf admin akan memberikan no polis kepada nasabah yang merupakan bukti resmi bahwa nasabah telah terdaftar asuransi.

6. Calon pendaftar memberikan no pendaftaran dan melakukan pembayaran premi administrasi pada staff admin.

7. Staff admin mengecek data pendaftaran apakah sesuai dengan data pendaftar yang terdapat pada database.

8. Jika persyaratan sudah lengkap dan sesuai maka staff administrasi membuat kwitansi pembayaran yang akan diberikan kepada pendaftar, jika tidak maka admin akan meminta pendaftar untuk melengkapinya.

9. Staff administrasi menginput data yang belum lengkap, seperti no polis, biaya premi, kemudian memberikan data no polis kepada pendaftar.

10. Nasabah membayar pembayaran premi bulanan dengan menyerahkan data id nasabah.

11. Staff administrasi menginput data administrasi atau pembayaran premi.

Proses pengajuan klaim nasabah :

1. Nasabah membuka situs perusahaan asuransi jiwa

2. Nasabah mengisi form pengajuan klaim asuransi yang akan dikirim ke administrator.

3. Jika pengajuan telah berhasil, kemudian staff admin akan mencari data pembayaran premi terakhir berdasarkan no polis nasabah yang bersangkutan, apakah sesuai dengan data yang terdapat pada database.

4. Admin akan memberikan konfirmasi dengan memberikan no klaim bahwa pengajuan klaim telah bisa dilakukan.

5. Tertanggung nasabah langsung mendatangi perusahaan asuransi jiwa untuk konfirmasi dan menyerahkan persyaratan klaim seperti Kartu Tanda Penduduk dan persyaratan pengajuan klaim.

6. Jika telah disetujui, maka administrasi akan melakukan pencairan klaim dengan membuatkan cek pembayaran klaim asuransi yang nantinya akan diserahkan langsung kepada nasabah.

Diagram Konteks
Diagram kontek merupakan alat untuk struktur analisis, pendekatan struktur ini untuk menggambarkan sistem secara keseluruhan. Pada diagram kontek ini sistem informasi yang dibutuhkan dan tujuan yang akan dihasilkan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar

Data Flow Diagram

Data flow diagram adalah gambaran sistem secara logical. Diagram biasanya digunakan sebuah model sistem informasi dalam bentuk jaringan proses-proses yang saling terhubung satu sama lainnya oleh aliran data. Keuntungan menggunakan Data Flow Diagram adalah supaya lebih memudahkan pemakai (user) yang kurang menguasai bidang komputer, untuk lebih mengerti sistem yang
akan dikembangkan atau dikerjakan. Proses data pada Flow Diagram merupakan sekumpulan program dapat juga merupakan transformasi secara manual.

DFD Level 1

Gambar

DFD Level 2 Proses 3

Gambar

%d blogger menyukai ini: